Awal Terungkap hingga Aturan Aneh 3 FAKTA Ustaz di Cianjur Diusir karena Diduga Cabuli 2 Santriwati

Seorang ustaz berinisial SA (30) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat diusir warga. Diduga, SA melaukan tindak asusila terhadap dua santriwatinya, yakni YY (19) dan NN (19). Modusnya, pelaku memberlakukan aturan aneh hingga melakukan ritual untuk menurunkan ilmu.

Ada dugaan jumlah korban lebih dari dua orang. Pelaku diketahui memiliki tiga jabatan mentereng. Melansir , aksi bejat pelaku terungkap bermula saat dua korban terus menolak setiap lamaran laki laki.

Hal itu membuat keluarga kebingungan, sampai akhirnya seorang korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada teman sebaya. ZZ, warga Sukaluyu mengatakan, pelecehan itu bermodus ritual menurunkan ilmu. Pelaku memandikan korban dan melakukan tindakan asusila.

Warga dan keluarga yang mendengar hal itu emosi hingga mengusir pelaku. "Keluarga dan warga marah, akhirnya mengusir ustaz yang dikenal tokoh agama tersebut dari kampung," kata ZZ, Rabu (6/7/2022). ZZ sempat menghadiri pertemuan antara sang ustaz, korban, dan keluarganya.

Saat disumpah, sang ustaz mengakui perbuatannya, "Korban histeris mungkin trauma dengan kejadian yang sempat menimpa mereka," terangnya. SA memiliki aturan aneh, santriwati diharuskan menginap di rumahnya, sedangkan santri laki laki tidak diperkenankan untuk menginap.

Ternyata, aturan aneh itu dibuat pelaku untuk melancarkan aksi bejatnya, dilansir . Kepala Desa Sukaluyu, Uher Suherman mengatakan, saat menginap, santriwati mendapat ritual setiap pukul 24.00 WIB. Mereka diharuskan mandi tengah malam dan diolesi madu.

SA berdalih ritual itu bertujuan agar ilmu mengaji cepat terserap oleh santriwati. Namun, di balik itu semua, ternyata sang ustaz memiliki maksud lain, yakni melecehkan santriwatinya. Setelah itu, SA berpesan agar santriwati tak menceritakan kejadian itu kepada orangtua masing masing.

"Katanya, kalau diberitahu ilmunya tidak akan berkhasiat," ujar Uher. Ternyata, SA memiliki tiga jabatan mentereng. Dikatakan Uher, sang ustaz berstatus Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Kecamatan Sukaluyu.

Kemudian, Sekretaris MUI dan Amil Desa Sukaluyu. "Jabatan sebagai amil desanya sudah saya copot," terang Uher, seperti dikutip dari . Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur juga langsung memecat SA, secara tidak hormat.

"Hari ini SA diberhentikan secara tidak hormat, surat dari BAZNAS sudah saya sampaikan kepada pihak kecamatan Sukaluyu," ujar Humas BAZNAS Cianjur, Ahmad Fatony Rozy, Rabu, dilansir .

Check Also

Begini Modusnya Warga Blora Keluhkan Pemotongan BLT Rp 100 Ribu

Warga Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan mengenai pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 100.000. Pemotongan BLT …

Leave a Reply

Your email address will not be published.